Home Nasional Daerah Politik Ekonomi Hukrim Olahraga LifeStyle Peristiwa Pendidikan Internasional Indeks
 
Sona Halawa Klarifikasi Berita Yang Terkesan Lindungi Mafia BBM Subsidi Dan Menyudutkannya.
Kamis, 27-08-2026 - 07:51:20 WIB
TERKAIT:
   
 

Pelalawan , OPSINEWS.COM-
Perihal pemberitaan yang menyudutkan dirinya, Sona Halawa angkat bicara. Dia menilai berita oknum wartawan RSJ terhadap dirinya terlalu dipelintir. Sampai-sampai masa lalunya diungkit-ungkit pada hal tidak ada kaitannya dengan peristiwa yang terjadi. 

Demikian ditegaskan oleh Sona Halawa menanggapi berita miring terhadapnya baru-baru ini. Dia mengaku jawabannya yang ia kirim membalas WA konfirmasi RSJ, tidak dimuat secara utuh dalam pemberitaan, ujarnya kepada media ini Rabu (26/8/2026) di Pangkalan Kerinci.

 Dijelaskan Sona, Senin sore kemarin RSJ yang mengaku wartawan sekoci24.co, kirim WA dengan mengajukan pertanyaan sebagai berikut: Kami ingin meminta klarifikasi berimbang mengenai beberapa poin tambahan berikut:
1. Apakah benar Anda sempat ditawari uang sebesar Rp 15.000.000 oleh pihak pengelola bisnis BBM, namun Anda menolak tawaran tersebut?
2. Beredar kabar bahwa sebagai gantinya, Anda meminta kompensasi dari 22 orang pelangsir minyak di Pangkalan Kerinci dengan tarif Rp 1.700.000 per orang, sehingga totalnya mencapai Rp 37.400.000. Bagaimana tanggapan Anda mengenai informasi ini?
3. Kami juga memohon konfirmasi terkait isu mengenai adanya uang bulanan Rp 500.000/ bulan selama ini dari saudara imam yang dikabarkan macet sebelum adanya pemberitaan dugaan mafia BBM di Kabupaten Pelalawan.

Menjawab konfirmasi tersebut Sona Halawa mengaku membalas WA RSJ dengan menjelaskan sebagai berikut: 
1. Benar belum lama ini saya pernah ditawari sebesar Rp 15 juta sebagai uang suap oleh Kasno diduga bos mafia BBM subsidi untuk tidak memberitakan bisnis haramnya. Dengan tegas saya tolak dan tidak pernah saya terima karena saya menganggap itu uang haram dan sangat merendahkan harga diri saya.

2. Perihal uang yang saudara Richad Simanjuntak katakan senilai Rp 1,7 juta, perlu diluruskan bahwa saya hanya mempertanyakan kebenaran pengutipan uang setiap bulan sebesar RP 1.7 JT oleh Kasno melalui keponakannya Imam dari para mafia BBM subsidi yang berjumlah 22 orang. Informasi ini saya peroleh dari salah seorang diduga mafia BBM subsidi pada pertengahan tahun 2025 lalu. Dengan jumlah 22 orang yang dikutip senilai Rp 1,7 juta dalam sebulan maka jumlah nominalnya sebesar Rp 37,4 juta.  Karena uang kutipan tersebut diatasnamakan untuk wartawan, tentu saya sebagai seorang wartawan merasa dicemarkan dan tidak terima ulah orang tidak bertanggung jawab seperti itu. Maka uang kutipan tersebut saya pertanyakan kepada saudara Kasno dan Imam. Ternyata hal itu tidak dibantah oleh Kasno, sedangkan Imam beralibi mengutip hanya Rp 500 ribu perorang.

3. Perihal uang Rp 500 ribu pernah sekali dikirim oleh Imam kepada saya. Kemudian beberapa bulan kemudian Imam mengirim Rp 800 ribu, ketika yang kedua kali itu saya tolak mau saya kembalikan tapi Imam tidak mengirimkan nomor rekeningnya hingga membuat saya sangat marah kepadanya waktu itu. Itu terjadi antara Oktober atau November tahun 2024 yang lalu.

Lanjutnya, setelah pemberitaan hasil konfirmasi itu dishare oleh RSJ, dia kembali mengajukan pertanyaan menyangkut masa lalu saya, ucap Sona.  Perihal saya pernah ikut UKW (uji kompetensi wartawan) juga dipertanyakan. Tapi melihat pertanyaan dari RSJ tidak ada kaitannya dengan persoalan tersebut, Sona mengaku justru menyarankan RSJ untuk belajar memahami kode etik jurnalis.

Saya membalas WA RSJ mengatakan, Tidak perlu saya tanggapi konfirmasi anda karena saya melihat tidak ada kaitannya dengan topik persoalan. Saya menganggap pertanyaan anda hanya faktor kurang wawasan dan tidak profesional sebagai seorang jurnalis yang mungkin didorong rasa sakit hati perihal dugaan anda menjual puluhan nama wartawan demi dapat uang dari bos mafia BBM subsidi, maka saudara Richad Simanjuntak saya sarankan agar belajar lebih memahami kode etik jurnalis, terima kasih.

Tambah Sona lagi, dengan mempertanyakan persoalan saya pernah ikut UKW,  RSJ jelas menunjukkan kualitasnya sebagai seorang wartawan yang sudah lulus UKW. Begitu juga sampai pertanyakan masa lalu saya segala macam. Harusnya dalam menjalankan tugas sebagai seorang jurnalis harus mengedepankan profesionalisme, apa lagi dia disebut sebagai seorang pelayan di gereja tempatnya beribadah tidak boleh dia terpengaruh rasa benci, kilahnya sambil tersenyum.

Saya juga bisa saja mengungkit masa lalunya jika saya mau. Belum tentu masa lalu saya jauh lebih kelam dibanding dengan RSJ, cuma sebagai seorang jurnalis harus menjalankan tugas sesuai dengan kode etik, tandasnya.

Masih Sona, tetapi mungkin karena RSJ sudah kadung kebakaran jenggot atas dugaan dia mencatut puluhan nama wartawan demi mendapatkan uang dari bos mafia BBM subsidi sebagaimana yang diungkap pada pemberitaan di media, mungkin dengan demikian dia berusaha menutupinya dengan cari celah pribadi saya, sebutnya.

Tambah Sona, meskipun saya tidak lulus UKW, tapi saya membuat berita berusaha profesional. Kemudian saya tidak mau jadi pengkhianat menjual-jual nama orang lain demi mendapatkan uang dari penjahat untuk biayai makan istri dan anak, ucapnya mengakhiri. Tim*




 
Berita Lainnya :
  • IKAD 2025 Kategori Unggul, Akses Keuangan Masyarakat Tebing Tinggi Raih Skor 5,60
  • Hak Jawab Yayasan Ismail Idris Bersaudara Ngaku Ahli Waris Pemilik Lahan Pasar Baru Panam di Duga Penuh Dengan Kebohongan 
  • Disorot Pemberitaan, Camat Tebing Tinggi Cek Galian Kuta Baru: Tak Ada Aktivitas, Alat Berat Masih di Lokasi dan Temuan Dilaporkan ke Satpol PP
  • Dua Pekerja Pemotong Rumput Tewas Ditabrak Dump Truk di Tol Medan-Tebing Tinggi
  • Afriadi Andika, S.H., M. H. Sebagai Praktisi Hukum, dan wakil Pemimpin Redaksi Tipikor TV Mengapresiasi Dedikasi dan Pengabdian Polisi Wanita (Polwan) dalam Menjaga keamanan serta Memberikan Perlindungan dan Pelayanan kepada Masyarakat
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 IKAD 2025 Kategori Unggul, Akses Keuangan Masyarakat Tebing Tinggi Raih Skor 5,60
    02 Hak Jawab Yayasan Ismail Idris Bersaudara Ngaku Ahli Waris Pemilik Lahan Pasar Baru Panam di Duga Penuh Dengan Kebohongan 
    03 Disorot Pemberitaan, Camat Tebing Tinggi Cek Galian Kuta Baru: Tak Ada Aktivitas, Alat Berat Masih di Lokasi dan Temuan Dilaporkan ke Satpol PP
    04 Dua Pekerja Pemotong Rumput Tewas Ditabrak Dump Truk di Tol Medan-Tebing Tinggi
    05 Afriadi Andika, S.H., M. H. Sebagai Praktisi Hukum, dan wakil Pemimpin Redaksi Tipikor TV Mengapresiasi Dedikasi dan Pengabdian Polisi Wanita (Polwan) dalam Menjaga keamanan serta Memberikan Perlindungan dan Pelayanan kepada Masyarakat
    06 Dugaan Limbah Sungai Bah Sombu Makin Terang: Camat Klaim Sudah Laporkan ke DLH, Kabid Perkim-LH Sergai Tegaskan “Sampai Semalam Gak Ada Surat Terkait TSP”
    07 Dibangun Tahun 2025, Puskesmas Pembantu Pkl.Kerinci Timur Sudah Rusak, Siapa yang Bertanggung jawab
    08 Kantor Disdik Pelalawan Terlihat Seperti Tak Terurus Bahkan Kondisi Bangunan Memprihatinkan
    09 Humas PKS PT TSP Disorot Tajam, Respons Dugaan Limbah Sungai Bah Sombu Minim; Rangkap Peran Kades Jadi Perhatian Publik, Kadis PMD: Belum Ada Larangan Khusus
    10 Gerebek Sarang Narkoba di Pulau Tagor, Polisi Temukan Bong dan Peralatan Diduga Bekas Pakai Sabu
    11 Wartawan Opsinews.com Diteror Pesan dan Audio dari Nomor Tak Dikenal Usai Soroti Dugaan Galian C Kuta Baru
    12 Warganet Tantang Camat Sipispis dan Kades Silau Padang Mandi di Sungai Bah Sombu Saat Diduga Ada Aliran Limbah PKS
    13 Kades Kuta Baru Tegaskan Pemdes Tak Pernah Terbitkan Rekomendasi Galian C, Camat dan Polres Tebing Tinggi Belum Beri Jawaban Lanjutan
    14 Diduga Tak Berizin, Aktivitas Galian C Tanah Urug di Kuta Baru Sergai Bebas Beroperasi
    15 Viral Dugaan Aliran Cairan ke Sungai Bah Sombu, Camat Sipispis Klaim Sudah Laporkan ke DLH Sergai, Kini Menunggu Kroscek Lapangan
    16 Empat Bulan Buron, Terduga Pelaku Pencurian Microbus Senilai Rp110 Juta Ditangkap Tim URC Polres Sergai
    17 Dugaan Aliran Cairan ke Sungai Bah Sombu Disorot, Respons Kabid Perkim-LH Sergai Dipertanyakan
    18 Wali Kota Tebing Tinggi Hadiri Rakor Regional Sumatera, Perkuat Sinergi Lintas Sektor Kejar Target Zero Stunting
    19 Warga Minta Bupati Sergai Evaluasi Camat Sipispis, Soroti Respons Dugaan Limbah ke Sungai Bah Sombu
    20 Dinas Perkim-LH Sergai Tegaskan Pengawasan Tetap Berjalan, Warga Soroti Respons Camat Sipispis dan Kepala Desa Silau Padang
    21 Sempat Buang Barang Bukti Saat Dikejar Polisi, Residivis Narkoba di Pantai Cermin Kembali Diringkus
    22 Dugaan Aliran Limbah ke Sungai Bah Sombu Disorot, Camat Sipispis dan Kades Silau Padang Belum Beri Tanggapan
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © OPSINEWS.COM | Transformasi untuk Publik