Home Nasional Daerah Politik Ekonomi Hukrim Olahraga LifeStyle Peristiwa Pendidikan Internasional Indeks
 
Kapolda Riau Didesak Bertindak! Galian C Ilegal Air Hitam Pekanbaru Berjalan Leluasa, Terbukti Melawan Hukum dan Membabat Habis Lingkungan #Galian C Ilegal di Air Hitam Pekanbaru: Rugikan Negara, Rusak Lingkungan, Terancam Hukuman Pidana Berat yang d
Jumat, 07-08-2026 - 14:23:57 WIB
TERKAIT:
   
 

PEKANBARU –OPSINEWS.COM- Aktivitas penambangan Galian C yang beroperasi tanpa izin resmi di kawasan Air Hitam, Kota Pekanbaru, bukan sekadar pelanggaran administrasi semata, melainkan tindak pidana yang jelas melawan undang-undang, merugikan keuangan negara, serta merusak lingkungan hidup secara nyata. Publik mendesak Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan segera turun tangan menindak tegas pelaku, sebelum kerusakan menjadi permanen dan tak dapat diperbaiki lagi.
 
Berdasarkan UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, setiap orang yang melakukan kegiatan pertambangan tanpa izin IUP, IPR, atau izin sah lainnya sebagaimana diatur Pasal 158, terancam pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100.000.000.000 (seratus miliar rupiah).
 
Apabila aktivitas ini terbukti menyebabkan kerusakan lingkungan, pelaku juga dapat dijerat dengan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Sesuai Pasal 98 ayat (1), setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku tingkat kebisingan, atau kriteria baku kerusakan lingkungan, terancam pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah). Jika perbuatan tersebut menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat atau negara, ancaman pidananya dapat diperberat hingga sepertiga lebih tinggi.
 
Fakta di lapangan sungguh memprihatinkan: penambangan dilakukan sembarangan tanpa kajian teknis maupun lingkungan. Lubang-lubang galian terbuka rawan longsor dan membahayakan nyawa warga, aliran air keruh merusak sumber air bersih serta lahan pertanian, sedangkan jalan-jalan umum rusak parah akibat beban alat berat yang lewat. Di saat yang sama, potensi pajak dan retribusi sepenuhnya menguap, negara dirugikan, keuntungan dinikmati segelintir orang.
 
Dibiarkannya kegiatan ini terus berlanjut memunculkan dugaan kuat adanya perlindungan dari pihak-pihak tertentu. Kapolda Riau wajib membuktikan komitmennya menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Lakukan penyelidikan mendalam, amankan lokasi, sita seluruh alat berat yang digunakan, proses hukum pelaku utama hingga oknum yang diduga melindungi, serta perintahkan pemulihan lahan yang telah dirusak atas biaya pelaku sendiri.
 
Jangan biarkan hukum tumpul di hadapan kekuasaan atau uang. Pelanggaran ini harus dihentikan sekarang juga, biarkan sanksi pidana yang menjadi jawaban atas keserakahan yang merugikan banyak orang.

Bagaimana mungkin tambang Galian C tanpa selembar izin sah pun bisa beroperasi sewenang-wenang di tengah kawasan Air Hitam, Pekanbaru? Mengapa hingga detik ini belum ada tindakan tegas, padahal kerusakan sudah nyata di depan mata dan pelanggaran hukumnya sangat jelas terang benderang? Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan sungguh dituntut tidak sekadar diam, melainkan segera membongkar siapa yang membiarkan hingga melindungi aktivitas kejahatan ini.
 
Ini bukan lagi sekadar soal kelalaian administrasi. Berdasarkan UU Minerba No.4 Tahun 2009 jo UU No.3 Tahun 2020 Pasal 158, siapa pun yang mengerjakan pertambangan tanpa IUP, IPR atau izin resmi, terancam penjara hingga 5 tahun dan denda mencapai Rp100 Miliar. Belum selesai di situ, ketika aktivitas ini nyata-nyata merusak ekosistem, pelaku sekaligus bisa dijerat UU Lingkungan Hidup No.32 Tahun 2009 Pasal 98, dengan ancaman hukuman lebih berat: penjara maksimal 10 tahun dan denda sampai Rp10 Miliar. Jika menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat maupun negara, sanksi dapat diperberat sepertiga kali lipatnya.
 
Faktanya di lapangan sungguh memalukan. Penggalian dilakukan seenaknya tanpa rencana penambangan maupun pemulihan lahan. Lubang-lubang raksasa terbuka begitu saja mengancam longsor dan merenggut nyawa, air keruh berlumpur mencemari mata air warga, jalanan umum hancur lebur diterjang beban alat berat. Sementara kas negara kehilangan miliaran rupiah potensi pajak dan retribusi, kekayaan alam justru digerogoti demi keuntungan segelintir orang saja.***(Tim).

 




 
Berita Lainnya :
  • PIMPIN APEL GABUNGAN ASN, WALI KOTA TEBING TINGGI TEGASKAN LIMA POIN PENTING: DISIPLIN, KINERJA, DAN PELAYANAN PUBLIK JADI PRIORITAS
  • Babak Belur Dianiaya di Depan Umum, IRT Warga Jalan Purnama Purwosari Dipukul di Kepala, Mata Bengkak Hidung Berdarah
  • Lebih dari 6 Titik Tambang Galian C Ilegal Mencuat ke Publik di Desa Parit Baru , Warga Duga Ada Pembiaran dan Perlindungan Oknum
  • Dewan Pimpinan Kecamatan Idanegawo LIRA Himbau Warga Ciptakan Lingkungan Bersih Bebas Kolusi Polusi dan Nepotisme
  • Tragis! Pengendara Yamaha NMAX Tewas Terlindas Truk di Jalinsum Perbaungan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 PIMPIN APEL GABUNGAN ASN, WALI KOTA TEBING TINGGI TEGASKAN LIMA POIN PENTING: DISIPLIN, KINERJA, DAN PELAYANAN PUBLIK JADI PRIORITAS
    02 Babak Belur Dianiaya di Depan Umum, IRT Warga Jalan Purnama Purwosari Dipukul di Kepala, Mata Bengkak Hidung Berdarah
    03 Lebih dari 6 Titik Tambang Galian C Ilegal Mencuat ke Publik di Desa Parit Baru , Warga Duga Ada Pembiaran dan Perlindungan Oknum
    04 Dewan Pimpinan Kecamatan Idanegawo LIRA Himbau Warga Ciptakan Lingkungan Bersih Bebas Kolusi Polusi dan Nepotisme
    05 Tragis! Pengendara Yamaha NMAX Tewas Terlindas Truk di Jalinsum Perbaungan
    06 Sebutan Nama Hamba Allah terus Berbagi Semoga Jadi Barokah dan Meringankan Beban Saudara -saudara kita 
    07 Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Serahkan Kendaraan Dinas, Perkuat Kesiapan Operasional Satuan
    08 Dukung Pembinaan Atlet dan Cegah Balap Liar, Wali Kota Tebing Tinggi Dorong Speed Grasstrack 2026 Naik Level Kejurnas
    09 Dugaan Dana Rp50 Juta Warnai Sengketa Lahan PT Arara Abadi, AJAR Siap Lapor ke Kejati dan Polda Riau
    10 Keluarga Korban Pengeroyokan Mengeluhkan Rekontruksi di Polres Pelalawan Ada yang Terlewatkan
    11 Polsek Siak Hulu Tangkap Pelaku Curas, 4 dari 7 Pelaku dan 3 orang lagi Dalam Pencarian
    12 Pokir DPRD Kampar Dicoret, Tokoh Masyarakat Kampar Angkat Bicara, Apa Hak sekda Disini
    13 LSM-AMTI Desak APH Periksa Sekda Kampar, Turangan; Dari Dugaan Nepotisme Hingga Anggaran Publikasi Yang Dicoret
    14 Petani Bance’e Bone Bersuara: Tanaman Jagung Milik Warga hasil Keringat Petani di Rusak dan di Bakar
    15 DPRD KABUPATEN PELALAWAN RAPAT PARIPURNA DALAM RANGKA MEMPERINGATI  HUT KABUPATEN PELALAWAN YANG Ke 27 TAHUN
    16 WALI KOTA TEBING TINGGI SALURKAN BANTUAN 10 KG BERAS KEPADA KELUARGA KURANG MAMPU, 10.000 KPM JADI SASARAN
    17 Meningkatkan Akuntabilitas Serta Mendukung Pengelolahan Kas Daerah,BPKAD Rohil Agar Akuntabel Transparan
    18 Polsek Siak Hulu Gelar Green Policing di Desa Buluh Cina dan Dukung Penuh Program Kapolri Penanaman Satu Juta Pohon
    19 WALI KOTA TEBING TINGGI SALURKAN BANTUAN PERMAKANAN UNTUK 30 WARGA RENTAN, TEKANKAN PENTINGNYA EMPATI DAN KEPEDULIAN SOSIAL
    20 POLRES SERGAI TEGASKAN PERANG TERHADAP NARKOBA: 1,16 TON KETAMINE DIUNGKAP DI SELAT MALAKA, KAPOLRES AJAK MASYARAKAT PERKUAT BENTENG ANTI-NARKOBA
    21 Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Pimpin Pergantian Pejabat, (Sertijab)Teguhkan Profesionalisme
    22 Sat Reskrim Polres Kampar Berhasil Ungkap Mafia Penimbun BBM Solar Subsidi di Wilayah Tapung
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © OPSINEWS.COM | Transformasi untuk Publik