Home Nasional Daerah Politik Ekonomi Hukrim Olahraga LifeStyle Peristiwa Pendidikan Internasional Indeks
 
Wagub Riau Kagum Melihat Potensi Kerambah Ikan di Danau Koto Panjang
Senin, 18-07-2022 - 12:22:44 WIB
Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Brigjen TNI (Purn) H Edy Natar Nasution kunjungi pengelolaan kerambah ikan di Danau Koto Panjang, Kabupaten Kampar, Riau.
TERKAIT:
   
 

KAMPAR, OPSINEWS.COM  - Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Brigjen TNI (Purn) H Edy Natar Nasution kunjungi pengelolaan kerambah ikan di Danau Koto Panjang, Kabupaten Kampar, Riau.

Dalam kunjungan itu, Wagubri didampingi Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau Ir H Herman Mahmud, MSi, mantan Kepala Dinas Perikanan Riau, Prof DR Ir Irwan Effendi, MSc serta beberapa pihak terkait dari  Kabupaten Kampar.

Disela-sela kunjungan, Wagubri merasa kagum dengan adanya kerambah ikan di lokasi tersebut. Hal itu lantaran karena mengingatkan beliau ketika memiliki pengalaman mengelola kerambah ikan di waduk Jatiluhur Purwakarta, Jawa Barat, beberapa waktu masa lalu.

Dia ungkapkan, bahwa hasil dari kerambah di waduk Jatiluhur bisa meningkatkan perekonomian bagi masyarakat.

Namun ia mengatakan, bahwa kerambah yang ada di Danau Koto Panjang ini, pemiliknya masih di dominasi oleh pengusaha besar dan belum merata pada masyarakat. Sehingga ini harus menjadi perhatian ke depan yang bisa menjadi usaha milik masyarakat.

"Sesuai komunikasi, alasannya karena membuat kerambah ini modalnya cukup besar yang mencapai puluhan juta per kerambah. Sehingga masyarakat juga belum mampu dan menjadi tugas kita ke depan agar masyarakat juga bisa membuat usaha kerambah ini," kata Wagubri. Sabtu (16/7).

Diungkapkan dia, bahwa saat ini sudah ada kerambah yang dibantu Pemerintahan Kabupaten Kampar. Namun, itu juga baru beberapa saja. Ia berharap hal itu juga bisa menjadi perhatian di tingkat Provinsi Riau. Karena pengelolaan kerambah ikan hasilnya sangat potensi untuk perekonomian masyarakat.

"Untuk itu, dalam kunjungan ini kita juga bawa langsung Kepala Dinas Perikanan dan kelautan Provinsi Riau meninjau kerambah ini. Mudah-mudahan beliau bisa mencarikan solusi untuk masyarakat juga bisa buat usaha kerambah. Tambah lagi lokasinya masih cukup luas untuk dikembangkan," ujarnya.

Selain itu mantan Danrem 031 Wira Bima ini, juga mengapresiasi mantan Kepala Dinas Perikanan Riau, Prof DR Ir Irwan Effendi, MSc yang juga memiliki usaha kerambah di Danau Koto Panjang. Karena selain memiliki kerambah ia juga sekaligus memberikan cara mengelola kerambah yang tepat untuk masyarakat sesuai keahlian yang dimiliki.

"Artinya, saat ini bagaimana bisa membantu masyarakat bisa memiliki kerambah ini dan menjadi usaha ke depan. Karena kita juga sudah mendengar langsung dari bapak Prof Irwan Effendi yang siap membantu masyarakat yang ingin membuat kerambah di danau ini," tuturnya.

"Hasil kerambah ini cukup besar, rata-rata satu kerambah bisa menghasilkan keuntungan mulai 5-10 juta rupiah per kerambah. Sekarang ini bagaimana membantu dan masyarakat yakin dan tekun dengan usaha kerambah ini," tutupnya.

Sementara, Kepala Dinas Perikanan dan kelautan Provinsi Riau, Ir H Herman Mahmud, MSi, mengakui untuk kerambah ini belum ada program dari tingkat provinsi. Sehingga ia ke depan akan mencoba mencarikan solusi dan program sesuai yang disampaikan Wagubri.

"Selama ini, kita baru di tingkat kelautan, seperti di pulau Rupat. Mudah-mudahan kedepan kita bisa juga buat program untuk di waduk ini," katanya.

Sementara Prof Irwan Effendi menjelaskan, Danau Koto Panjang luasnya mencapai 12 ribu hektare. Terisi kerambah baru sekitar 40 persen. Artinya masih banyak lokasi untuk membuat kerambah baru bagi masyarakat.

"Luas waduk ini sekitar 12 ribu hektare, dan masih banyak lokasi yang bisa dimanfaatkan untuk masyarakat," jelasnya.

Terkait modal buat kerambah, Ketua Yayasan Pendidikan Raja Ali Haji, Unilak ini mengatakan, jika modal satu kerambah mencapai Rp30 juta per kerambah.

Semua itu untuk perlengkapan kerambah, bibit ikan, tempat tinggal penjaga dan pakan. Jika dilihat dari perekonomian masyarakat saat ini anggaran itu memang  cukup besar. Sehingga peminat dari masyarakat juga sedikit.

"Tapi kalu ada bantuan dari pemerintah ini akan sangat bagus, karena hasil kerambah ini cukup besar yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Tambah lagi pasaran ikan ini sudah ada," jelasnya.

Pastinya angka keuntungan kerambah ini, imbuh dia, mulai dari 5 hingga 10 juta, bahkan mencapai angka 20 puluhan juta tergantung besar kerambah dan cara pengelolaannya. Dan ia sendiri pernah mencapai angka 27 jutaan sekali panen.

"Jadi hasil itu juga tergantung cara pengelolaannya. Sedangkan ikan yang dipelihara, terdiri dari bermacam-macam ikan. Seperti ikan mas, gurami, nila dan lainya yang pemasaranya tidak sulit dan rata-rata sudah penampung," tuturnya.

(Mediacenter Riau)




 
Berita Lainnya :
  • Pemilik Tanah Kavlingan Rimbo Panjang Resah,ALdan SY Jaringan Mafia Tanah Sudah Jadi Terlapor Masih Bebas Berkeliaran Cari Mangsa 
  • PIMPIN APEL GABUNGAN ASN, WALI KOTA TEBING TINGGI TEGASKAN LIMA POIN PENTING: DISIPLIN, KINERJA, DAN PELAYANAN PUBLIK JADI PRIORITAS
  • Babak Belur Dianiaya di Depan Umum, IRT Warga Jalan Purnama Purwosari Dipukul di Kepala, Mata Bengkak Hidung Berdarah
  • Lebih dari 6 Titik Tambang Galian C Ilegal Mencuat ke Publik di Desa Parit Baru , Warga Duga Ada Pembiaran dan Perlindungan Oknum
  • Dewan Pimpinan Kecamatan Idanegawo LIRA Himbau Warga Ciptakan Lingkungan Bersih Bebas Kolusi Polusi dan Nepotisme
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Pemilik Tanah Kavlingan Rimbo Panjang Resah,ALdan SY Jaringan Mafia Tanah Sudah Jadi Terlapor Masih Bebas Berkeliaran Cari Mangsa 
    02 PIMPIN APEL GABUNGAN ASN, WALI KOTA TEBING TINGGI TEGASKAN LIMA POIN PENTING: DISIPLIN, KINERJA, DAN PELAYANAN PUBLIK JADI PRIORITAS
    03 Babak Belur Dianiaya di Depan Umum, IRT Warga Jalan Purnama Purwosari Dipukul di Kepala, Mata Bengkak Hidung Berdarah
    04 Lebih dari 6 Titik Tambang Galian C Ilegal Mencuat ke Publik di Desa Parit Baru , Warga Duga Ada Pembiaran dan Perlindungan Oknum
    05 Dewan Pimpinan Kecamatan Idanegawo LIRA Himbau Warga Ciptakan Lingkungan Bersih Bebas Kolusi Polusi dan Nepotisme
    06 Tragis! Pengendara Yamaha NMAX Tewas Terlindas Truk di Jalinsum Perbaungan
    07 Sebutan Nama Hamba Allah terus Berbagi Semoga Jadi Barokah dan Meringankan Beban Saudara -saudara kita 
    08 Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Serahkan Kendaraan Dinas, Perkuat Kesiapan Operasional Satuan
    09 Dukung Pembinaan Atlet dan Cegah Balap Liar, Wali Kota Tebing Tinggi Dorong Speed Grasstrack 2026 Naik Level Kejurnas
    10 Dugaan Dana Rp50 Juta Warnai Sengketa Lahan PT Arara Abadi, AJAR Siap Lapor ke Kejati dan Polda Riau
    11 Keluarga Korban Pengeroyokan Mengeluhkan Rekontruksi di Polres Pelalawan Ada yang Terlewatkan
    12 Polsek Siak Hulu Tangkap Pelaku Curas, 4 dari 7 Pelaku dan 3 orang lagi Dalam Pencarian
    13 Pokir DPRD Kampar Dicoret, Tokoh Masyarakat Kampar Angkat Bicara, Apa Hak sekda Disini
    14 LSM-AMTI Desak APH Periksa Sekda Kampar, Turangan; Dari Dugaan Nepotisme Hingga Anggaran Publikasi Yang Dicoret
    15 Petani Bance’e Bone Bersuara: Tanaman Jagung Milik Warga hasil Keringat Petani di Rusak dan di Bakar
    16 DPRD KABUPATEN PELALAWAN RAPAT PARIPURNA DALAM RANGKA MEMPERINGATI  HUT KABUPATEN PELALAWAN YANG Ke 27 TAHUN
    17 WALI KOTA TEBING TINGGI SALURKAN BANTUAN 10 KG BERAS KEPADA KELUARGA KURANG MAMPU, 10.000 KPM JADI SASARAN
    18 Meningkatkan Akuntabilitas Serta Mendukung Pengelolahan Kas Daerah,BPKAD Rohil Agar Akuntabel Transparan
    19 Polsek Siak Hulu Gelar Green Policing di Desa Buluh Cina dan Dukung Penuh Program Kapolri Penanaman Satu Juta Pohon
    20 WALI KOTA TEBING TINGGI SALURKAN BANTUAN PERMAKANAN UNTUK 30 WARGA RENTAN, TEKANKAN PENTINGNYA EMPATI DAN KEPEDULIAN SOSIAL
    21 POLRES SERGAI TEGASKAN PERANG TERHADAP NARKOBA: 1,16 TON KETAMINE DIUNGKAP DI SELAT MALAKA, KAPOLRES AJAK MASYARAKAT PERKUAT BENTENG ANTI-NARKOBA
    22 Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Pimpin Pergantian Pejabat, (Sertijab)Teguhkan Profesionalisme
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © OPSINEWS.COM | Transformasi untuk Publik